Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Komite Solidaritas Pekerja Indonesia, Muhammad Rusdi, menyebut banyak pengusaha yang enggan upah buruh dinaikkan. Padahal, biaya produksi untuk buruh hanya 12 persen dari total semua biaya yang dikeluarkan pengusaha.
"Labour cost itu hanya 12 persen, tapi pungutan liar mencapai 15 persen," kata Rusdi dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).
Menurut dia, pengusaha tidak jujur buat mengakui hal tersebut. Sehingga, tuntutan kenaikan upah yang diajukan buruh selalu dianggap memberatkan pengusaha.
"Kami mau pengusaha jangan lebih mementingkan pungli. Kan ada mekanisme penangguhan, kalau tak bisa membayar," imbuhnya.
Lantaran itu, Rusdi menuding pengusaha jenis tersebut sebagai pengusaha hitam. Sebab, mereka dianggap tak jujur dalam memberi kesejahteraan terhadap buruh. "Pengusaha hitam banyak bermain, dia mampu tapi bilang tak mampu," tegasnya.
Editor: Afwan Albasit