Kadin: Masalah UMP banyak dipengaruhi pelemahan rupiah
Ameidyo Daud
Sabtu, 2 November 2013 − 15:34 WIB

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai fluktuatifnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS (USD) adalah salah satu permasalahan dalam penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) bagi buruh.
Ketua Komite Tetap Kadin, Riza Suwarta mengatakan, permasalahan penetapan UMP berawal dari laba perusahaan yang terus tergerus pelemahan rupiah terhadap USD. "Ini awalnya permasalahan nilai tukar rupiah yang tidak diselesaikan pemerintah," kata Riza di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/11/2013).
Dia menyebut kondisi pelemahan rupiah ini menyebabkan pengusaha dan buruh berbenturan secara tidak langsung karena faktor harga komoditas melonjak.
Riza melihat, ada unsur skenario kesengajaan yang membuat rupiah terpuruk sehingga melemahkan daya saing dan daya beli masyarakat. "Padahal, kami pengusaha harus membutuhkan ketenangan dalam berusaha agar dapat mensejahterakan para pekerja kami," jelasnya.
Secara khusus, Riza mengaku siap beradu pendapat dengan Menteri Keuangan M Chatib Basri untuk membahas nilai tukar rupiah yang terus bergejolak. "Jangan dibilang Rp11.500 per dolar ini equilibrium baru. Ke depan kita akan duduk bersama-sama membahas hal ini," tandasnya.
(
dmd)
Sindonews Apps : 