Metrotvnews.com, Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan dolar yang lebih kuat, mengakhiri seminggu dengan kerugian 2,9 persen.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 10,5 dolar AS, atau 0,79 persen, menjadi menetap di 1.313,2 dolar AS per ounce. Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, terutama euro, di tengah kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memangkas suku bunganya karena inflasi di zona euro jatuh ke tingkat terendah dalam hampir empat tahun pada Oktober.
Indeks dolar, yang mengukur nilai tukar greenback terhadap sekeranjang mata uang, naik menjadi 80,727 pada Jumat dari 80,221 pada akhir Kamis. Dolar AS telah cukup kuat dalam beberapa sesi akhir-akhir ini, membuat komoditas berdenominasi dolar seperti emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Data yang dirilis Jumat juga melemahkan emas. Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) naik menjadi 56,4 persen pada Oktober, tingkat tertinggi sejak April 2011, naik dari 56,2 persen pada September. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi AS terus membaik, meskipun dengan kecepatan lambat.
Emas telah menembus tingkat dukungan (level support) 1.320 dolar AS per ounce dan dengan cepat mendekati tingkat kritis 1.300 dolar AS per ounce. Para analis pasar percaya bahwa emas tampaknya akan melangkah ke kisaran fluktuasi lebar sekitar 1.300 dolar AS per ounce.
Perak untuk pengiriman Desember melemah tiga sen, atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 21,837 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 3,5 dolar AS, atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 1.451,9 dolar AS per ounce.(Ant)
Editor: Deni Fauzan