Home »
METRO TV NEWS: Pipanisasi Gas Arun-Belawan Tertunda Ancam Listrik Jateng
| METRO TV NEWS | | Metrotvnews Indonesia News Video Portal // via fulltextrssfeed.com | |
 | Subscribe to Bloomberg Businessweek
Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.  | | From our sponsors | | |
| Pipanisasi Gas Arun-Belawan Tertunda Ancam Listrik Jateng Oct 31st 2013, 15:07 Metrotvnews.com, Jakarta: Tertundanya pipanisasi gas Arun–Belawan yang berpotensi memperparah krisis listrik di Sumatra Utara diprediksi juga bakal menerpa Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini kebutuhan listrik di Jateng dan Yogyakarta mencapai 3.200 megawatt (mw) ketika beban puncak. Manajer Humas dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Supriyono mengatakan itu, Kamis (31/10). Pasokan listrik maksimal hanya 2.500 mw. Kekurangan tersebut karena pembangkit listrik Tambak Lorok di Semarang mengalami kekurangan bahan bakar gas untuk memproduksi daya. Pangkal penyebab, belum adanya akses pipa gas dan daerah sekitar Semarang yang memiliki sumber gas bumi. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono menambahkan kondisi demikian membuat Jateng terancam krisis listrik. "Bila tidak ada pasokan gas, Jateng mengalami krisis daya pada 2016," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/10). Ancaman krisis daya pada 2016 semakin nyata. Soalnya, pada tahun ini terdapat pengalihan industri dari Jawa Barat ke Jateng serta pembangunan dua pabrik semen di Kabupaten Rembang dan Banyumas. Untuk keperluan kedua pabrik semen itu, Jateng memerlukan tambahan pasokan 70 mw. Menurut Teguh, jaringan interkoneksi yang ada saat ini sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan. Surplus gas di Jawa Timur belum dapat dialirkan ke Jateng karena belum selesainya pembangunan pipa Gresik–Semarang. Editor: Wisnu AS | |
| |