Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah Indonesia siap jika pihak Nippon Asahan Aluminium Ltd (NAA) hendak membawa penyelesaian pembelian transfer saham PT Indonesia Asahan Aluminium sebesar 58,88%.
Pemerintah bertahan membayar setinggi-tingginya Rp7 triliun seperti dianggarkan dalam APBN P 2012 dan 2013.
"Jangan sampai sekedar selesai saja. Kalau nggak menguntungkan kita ya kita harus siap bahkan dengan arbitrase sekalipun. Saya rasa tim perunding akan berusaha semaksimal mungkin. Kami lihat kalau tidak bisa tidak arbitrase, ya arbitrase. Kalau arbitrase, ya kami hadapi," ujar Chatib ditemui di kantornya, Jumat (1/11).
Nilai buku yang terakhir disebut pemerintah hampir disepakati dengan Jepang adalah US$558 juta atau jika dihitung dengan kurs Rp10.800 perdolar AS, maka setara dengan Rp6,03 triliun.
Pagu yang sudah dianggarkan pemerintah untuk pengambilalihan Inalum adalah Rp2 triliun pada APBN P 2012 dan Rp5 triliun di APBN P 2013.
Kabar terakhir yang diterima Kementerian Perindustrian, pihak NAA memutuskan untuk maju ke International Centre for Settlement of Investment Dispute (ICSID) seperti diatur pada Master Agreement for the Asahan Hydroelectric and Aluminium Project pada Kamis (31/10) sekitar pukul 6 sore.
Surat yang dilayangkan NAA ke Kemenperin selaku pimpinan tim pengambilalihan Inalum tidak menyebut mekanisme pengambilalihan. (Gayatri)
Editor: Edwin Tirani