Metrotvnews.com, Jakarta: Anak usaha PT Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), melaksanakan delapan proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal).
Rencana itu direalisasikan mulai 2015.
Kedelapan proyek pengembangan itu, antara lain Lumutbalai Unit 1&2 dan Lumutbalai Unit 3&4 di Sumatera Selatan. Kemudian, proyek Ulubelu Unit 3&4 di Lampung, Kamojang Unit 5 dan Karaha Unit-1 di Jawa Barat, Lahendong Unit 5&6 di Sulawesi Utara, Hulu Lais Unit 1&2
di Bengkulu, dan Sungai Penuh Unit 1 di Jambi. "Total kapasitas 685 megawatt (MW)," ujar Ardiansyah, Direktur Utama PGE di Jakarta, kemarin (1/11).
Tahap pengembangan geothermal pada fase eksplorasi membutuhkan kurun waktu tiga tahun. Sedangkan, tahapan eksploitasi diperkirakan lima tahun. Sedangkan, fase COD membutuhkan waktu lima hingga delapan tahun.
Saat ini, PGE memiliki kapasitas terpasang sebanyak 402 megawatt yang bersumber dari Lahendong Units, Kamojang Units, Sibayak, dan Ulubelu Units. Sedangkan dari eksplorasi WK Pertamina sekitar 1,2 gigawatt (GW).
Pemerintah berencana memiliki kapasitas energi geothermal 9 GW di tahun 2025. (Wibowo)
Editor: Edwin Tirani