Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus berupaya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% sampai dengan 5,9% sampai dengan akhir tahun 2013 ditengah kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,5%. Salah satunya caranya adalah dengan membuat kebijakan ekonomi terbaru.
Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan II, Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (13/11).
Menurutnya, langkah BI menaikkan suku bunga karena fokus dalam melihat pelemahan nilai tukar rupiah dan tren penguatan neraca transaksi berjalan yang tak sesuai harapan.
Namun, mantan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi masih sesuai harapan. Karena upaya perbaikan ekonomi dan investasi melalui paket kebijakan sudah dikeluarkan dan masih akan diterbitkan lagi untuk terus menjaga stabilisasi perekonomian nasional.
"Bulan November ini kita akan buat kebijakan yang lebih mengarah kepada trade balance. Sedangkan nanti bulan Desember mendatang lebih ke arah investasi," jelas Bambang.
Jadi, menurut Bambang tidak ada solusi yang instan untuk mendorong pertumbuhan ditengah ketidakpastian perekonomian global seperti sekarang ini. Kecuali di kuartal empat ini belanja modal ditingkatkan dan daya beli masyarakat dapat tetap dijaga.
"Juga angka inflasi harus tetap terjaga hingga akhir tahun dan investasi tetap jalan, maka kita harapkan itu bisa bantu menetralisir kenaikan BI Rate," sambungnya.
Dengan berbagai upaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa sesuai target. "Jadi ada perlambatan (konsumsi domestik) maka harus ada yang bisa mendorong (pertumbuhan ekonomi), saya kira hingga akhir tahun masih bisa 5,7% sampai dengan 5,8%," pungkasnya.
BI memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps. BI Rate naik dari 7,25% menjadi 7,5%. Angka 7,5% ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2009. BI juga menaikkan lending facility rate 25 bps menjadi 7,5% dari sebelumnya 7,25% dan deposit facility rate juga naik 25 bps ke 5,75% dari sebelumnya 5,5%.
Editor: Asnawi Khaddaf