Rupiah pekan depan diproyeksikan sulit menguat
Devi Ali
Minggu, 3 November 2013 − 12:42 WIB

ilustrasi/ist
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah pad pekan ini. Bahkan melempemnya nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan Jumat (1/11/2013) berakhir melempem seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini di zona merah.
Pengamat ekonomi dari Indef, Ahmad Erani Yustika mengatakan, bahwa jumlah pengangguran AS dan indeks maufaktur yang positif mendorong mata uang dolar AS menguat terhadap mayoritas nilai tukar dunia.
"Rupiah masih terus mengalami pelemahan, dan untuk pekan depan belum ada peningkatan yang berarti," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Minggu (3/11/2013).
Selain itu, kata dia, neraca perdagangan Indonesia yang tercatat defisit sebesar USD657,2 juta menjadi salah satu faktor nilai tukar rupiah tertekan.
Ekonomo Indonesia yang belum cukup baik membuat pelaku pasar mengantisipasi kinerja selanjutnya sehingga investor cenderung memegang dolar AS sebagai tameng aset. "Intinya tidak ada faktor eksternal yang mendukung penguatan rupiah," pungkasnya.
Seperti diketahui, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Jumat (1/11/2013), berada di level Rp11.335/USD atau melemah 61 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp11.274/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI bearda di level Rp11.354/USD atau terdepresiasi 120 poin dibanding hari Kamis (31/10/2013) di level Rp11.234/USD.
(
izz)
Sindonews Apps : 