Takut tak kebagian, warga Kendal berebut elpiji 3 kg
Eddie Prayitno
Selasa, 12 November 2013 − 18:47 WIB

Ilustrasi/Ist
Sindonews.com - Warga yang umumnya ibu-ibu menyerbu mobil pengangkut gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang baru masuk ke sebuah agen di jalan Sukarno Hatta kota Kendal.
Warga yang kebanyakan pengecer gas ini, terpaksa berebut elpiji karena takut tidak kebagian. Alhasil, 220 tabung gas elpiji ukuran 3 kg ludes kurang dalam lima menit.
Aksi berebut ini sudah terjadi hampir sepekan, pasalnya pihak agen membatasi pembelian dan memberlakukan sistem kartu pelanggan. Setiap pelanggan sudah mendapatkan jatah masing-masing, tidak bisa tambah ataupun berkurang karena sudah berdasarkan kuota yang ada.
Antrian panjang ini, sudah terjadi sejak pukul 06.00 WIB dan menunggu berjam-jam sebelum pasokan gas dikirim dari gudang.
"Saya hanya diberi jatah 30 tabung padahal biasanya bisa mengambil 90 tabung," ungkap Nursuparpto, salah satu pengecer elpiji di Kendal, Selasa (12/11/2013).
Ia terpaksa berebut karena takut tidak kebagian, mengingat yang ikut antri banyak dan pasokan sedikit. Untuk harga jualnya, pengecer menjual elpiji ukuran 3 kg dengan harga Rp15 ribu pertabung.
Sementara itu, agen elpiji mengatakan, pengecer yang mengantri sudah mendapatkan jatah berdasarkan kuota yang sudah ditetapkan. Tidak ada penambahan atau pengurangan jatah, karena pasokan dari Pertamina sudah ditentukan.
Pasokan gas akan dikirim dua kali, pagi sebanyak 220 tabung dan siang sebanyak 400 tabung dan dibagikan ke 80 pengecer yang sudah terdata.
"Pasokan yang dikirim langsung habis, dan bagi yang terlambat akan mendapatkan pada siang hari. Banyak pengecer yang tidak kebagian dan harus menunggu lagi, siang atau besok pagi," keluh Budi, agen elpiji.
(
gpr)
Mobile Apps