Harga emas global di rekor terendah dalam tiga pekan
Selasa, 12 November 2013 − 18:48 WIB

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Sindonews.com - Emas turun untuk hari keempat ke rekor terendah dalam tiga pekan di perdagangan London, karena spekulasi penguatan ekonomi AS dapat mendorong Federal Reserve (Fed) mengurangi stimulus.
The Bloomberg US Dollar Index, yang mengukur 10 mata uang utama, mencapai angka tertinggi dalam delapan pekan. Ekonomi AS yang menambah angka pekerjaan lebih tinggi dari perkiraan sebanyak 204.000 (Departemen Tenaga Kerja pada 8 November), menjadikan ekuitas global yang diperdagangkan di bawah sekitar 1,7 persen dari angka tertinggi dalam lima tahun pada 30 Oktober.
Emas berada untuk penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun karena beberapa investor kehilangan kepercayaan dalam logam sebagai penyimpan nilai dan spekulasi penguatan ekonomi yang memacu Fed memperlambat pembelian surat utang.
Ketua Fed Dallas, Richard Fisher mengatakan, pihaknya tidak akan mengesampingkan dukungan pengurangan pembelian obligasi pada Maret 2014. "Akomodasi moneter menjadi berisiko dari hari ke hari," kata Fisher dalam sebuah pidato di Melbourne, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (12/11/2013).
"Pasar tampaknya khawatir bahwa tapering QE mungkin akan lebih cepat daripada masa mendatang dan tampaknya membebani sentimen," kata William Adams, analis Fastmarkets.com di London.
"Dengan pasar modal effervescent, dolar yang kuat dan data ekonomi umumnya baik, seolah-olah logam mulia terlihat tidak disukai," tambahnya.
Emas turun 0,2 persen menjadi USD1,280.64 per ounce pada pukul 09.55 di London. Ini level terendah sejak 17 Oktober, yang mencatat USD1,276.58 per ounce. Bullion untuk pengiriman Desember kehilangan 0,1 persen menjadi USD1.279,80 di Comex, New York.
Holdings pada produk yang diperdagangkan di bursa emas didukung peningkatan di hari keempat kemarin, naik 0,1 metrik ton menjadi 1.876,7 ton (data yang dikumpulkan oleh Bloomberg). Sementara aset mencapai 1.874,9 ton pada 5 November, terendah sejak April 2010.
Perak turun satu persen menjadi USD21,1528 per ounce di London, setelah jatuh ke USD21,068, terendah sejak 15 Oktober. Palladium susut 0,8 persen menjadi USD748,53 per ounce.
Di sisi lain, Platinum naik 0,1 persen menjadi USD1,432.90 per ounce, setelah mencapai angka terendah dalam tiga pekan 1.425,48, kemarin.
(
dmd)
Mobile Apps