Dirut Mandiri: BI Rate tak naik, ekonomi RI jatuh sakit
Ameidyo Daud
Rabu, 13 November 2013 − 14:44 WIB

Ilustrasi/Ist
Sindonews.com - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Budi Gunadi Sadikin mengaku kenaikan BI Rate menjadi 7,5 persen memang harus dilakukan. Menurutnya, perekonomian Indonesia bisa 'jatuh' apabila terus berlari dan tidak meminum obat serta segera beristirahat.
"Harus berhenti lari, tiduran dan minum obat. Kalau dipaksakan lari nanti kita malah jatuh di jalan," kata Budi di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2013).
Dia mencontohkan pada tahun 1998 Indonesia sudah mulai terserang 'sakit' (krisis), tetapi malah terus memacu pertumbuhan ekonomi. Akibatnya Indonesia masuk dalam krisis ekonomi.
"Kita baru bisa kembali ke level sebelum 1998 sekitar 2004. Berarti 6 tahun ekonomi kita baru tumbuh lagi gara-gara begitu sakit kita enggak minum obat dan terus lari," ucapnya.
Di sisi lain Budi mencontohkan kejadian tahun 2008, dimana ketika perekonomian Indonesia hampir tertular krisis global, pemerintah dan BI memutuskan untuk mengerem pertumbuhan dan menaikkan BI Rate.
Bahkan pada saat itu BI Rate sempat menyentuh angka 12,75 persen dan nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai angka Rp12.400 per dolar.
"Tapi hanya 2 tahun di 2010 pertumbuhan ekonomi kita sudah langsung balik. Jadi enggak kehilangan momentum pembangunan," lanjutnya.
(
gpr)
Mobile Apps