BI Rate naik 25 bps, rupiah masih loyo
J Erna
Selasa, 12 November 2013 − 16:28 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore hari ini masih loyo, meski BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen. Pelemahan ini seiring amblesnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.605/USD, terdepresiasi 42 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp11.563/USD. Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.578/USD. Adapun, posisi rupiah hari ini terlemah di level Rp11.651/USD, sedangkan terkuat di level Rp11.529/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.610/USD. Posisi sore ini melemah 42 poin dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.568/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.578/USD atau melemah 92 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.486/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.563/USD. Posisi tersebut anjlok 125 poin dibanding Senin (11/11/2013) yang berada di level Rp11.438/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah melemah dipicu meningkatnya tekanan dolar di tengah estimasi pelaksanaan tapering oleh The Fed yang lebih cepat dari prediksi awal.
"Koreksi IHSG juga membebani rupiah," katanya. IHSG sore ini ditutup terperosok 61,08 poin atau 1,38 persen ke level 4.380,64.
Sementara kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5 persen belum mampu meredam pelemahan rupiah. Adapun, nilai tukar rupiah pada Oktober 2013 berdasarkan data Bank Indonesia (BI) cukup stabil dan bergerak sesuai fundamentalnya.
Direktur Eksekutif Bi Difi A. Johansyah mengungkapkan, nilai tukar rupiah secara point to point menguat sebesar 2,73 persen (mtm) menjadi Rp11.273/USD, namun secara rata-rata melemah 0,14 persen (mtm) menjadi Rp11.343/USD.
Perkembangan ini dipengaruhi kondisi pasar keuangan global pada Oktober 2013 yang cukup baik serta penurunan ekspektasi inflasi domestik, yang pada gilirannya mendorong masuknya aliran modal asing ke instrumen pasar keuangan domestik, khususnya Sertifikasi Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN).
Di samping itu, nilai tukar yang stabil juga dipengaruhi terkendalinya permintaan impor nonmigas sejalan moderasi pertumbuhan ekonomi. "Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya," ujarnya.
(
rna)
Mobile Apps