Metrotvnews.com, Jimbaran: Negara-negara di kawasan Asia Pasifik diharapkan jadi mesin penggerak ekonomi dunia ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Pasalnya, hingga kini Amerika, Eropa, dan China masih mengalami perlambatan ekonomi.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua APEC Bussiness Advisory Council (ABAC) Wishnu Wardhana ketika ditemui di sela 4th ABAC Meeting di Jimbaran, Bali, Kamis (3/10).
"Di sini kami bicara bagaimana kawasan Asia Pasifik mampu menjadi engine of a growth di dunia. Dengan krisis yang terjadi di Eropa, di Amerika Serikat (AS), tinggal kawasan ini lho yang tumbuh," ujar Wishnu.
Ia mencontohkan, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi China melesat hingga lebih dari 10% tiap tahun, namun saat ini ekonomi negara tersebut melambat, hanya 7,5%. Sama halnya dengan Indonesia, sempat diprediksi ekonomi Indonesia akan akan bertahan di tengah krisis global dengan pertumbuhan ekonomi 6,2%. Namun kenyataannya, saat ini ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 6%.
Sehingga, pertemuan keempat Dewan Penasehat Bisnis APEC ini membahas topik-topik untuk penguatan pertumbuhan ekonomi APEC. "Pertumbuhan ekonomi penting buat kemakmuran orang, masyarakat kita, pertambahan size, jadi isu tentang hal ini menjadi penting," jelasnya.
Wishnu mengatakan konektivitas negara kawasan menjadi isu utama dalam rapat ABAC. Ia memandang peningkatan konektivitas ini akan mendukung perdagangan dan investasi di Asia Pasifik. "Tapi kami juga punya isu dalam bangun konektivitas, infrastruktur shortage (kekurangan). Tidak hanya di Indonesia saja loh, all of it the 21 economies di APEC. Jadi itu salah satu isu yang penting," tegasnya.
Keterjangkauan akses keuangan, imbuh Wishnu, juga menjadi isu penting yang dibicarakan dalam rapat. "bagaimana akses pendanaan buat UKM maupun kawan-kawan yang belum miliki akses keuangan," kata dia.
Wishnu menjelaskan, negara-negara APEC perlu mewaspadai situasi ekonomi dunia yang sedang krisis. Dituturkannya, krisis ekonomi global biasanya menjadi siklus 10 tahunan.
Namun krisis ekonomi yang terjadi di AS pada 2008, Eropa pada 2010, kemudian diikuti perlambatan ekonomi China membuktikan dunia belum lepas dari krisis yang berlarut-larut. "Baru 2 bulan lalu kena dampaknya kan. Jadi bisnis model ke depan itu harus completely different than we are today. Karena dunia is become more interconnected, jadi apapun bisa berubah demikian cepat. APEC disini harus mampu meng-address masalah-masalah itu," cetusnya.
Bersamaan dengan pertemuan keempat ABAC, di tempat yang sama digelar Forum APEC Voices of Future Forum, yakni forum pertemuan generasi muda dari 21 negara-negara APEC.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang membuka acara tersebut mengatakan, pertemuan ini sangat penting karena generasi muda ini yang akan mengatur bangsa-bangsa dunia beberapa tahun mendatang. "Seperti tema APEC kali ini, ketahanan dan pertumbuhan. Karena bukan untuk sekarang saja namun untuk ke depan. Masa depan yang punya mereka, sehingga mereka harus bersuara," tukasnya. (Ayomi Amindoni)
Editor: Henri Salomo Siagian