Kamis, 03 Oktober 2013

Home » Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com: Harga minyak di Asia tergelincir

,
Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com
// via fulltextrssfeed.com 
Shop Adidas

Run better, look better, feel better with running gear favorites at Adidas. Find select styles up to 40% off today.
From our sponsors
Harga minyak di Asia tergelincir
Oct 3rd 2013, 05:06

Harga minyak di Asia tergelincir

Kamis,  3 Oktober 2013  −  12:06 WIB

Harga minyak di Asia tergelincir

Ilustrasi/Foto: Istimewa

Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia tergelincir karena investor cemas terhadap dampak permintaan minyak, di mana anggota parlemen terlihat tidak mungkin mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri shutdown pemerintah AS.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate ( WTI ) untuk pengiriman November, turun 39 sen menjadi USD101,71 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November turun 27 sen menjadi USD108,92 per barel.

WTI sempat melonjak USD2,06 pada perdagangan New York, Rabu (2/10/2013). Brent juga naik USD1,25 di perdagangan London. Tapi, sentimen optimis atas peningkatan pasokan tidak berlangsung lama.

"Pasar dengan erat mengikuti perkembangan di Amerika Serikat atas shutdown pemerintah federal yang memasuki hari ketiga. Kelanjutan shutdown akan mengurangi harga," kata Sanjeev Gupta, kepala minyak Asia-Pasifik dan konsultan praktik gas EY, seperti dilansir dari AFP, Kamis (3/10/2013).

Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dan Partai Republik gagal memecahkan kebuntuan, dengan kedua belah saling pihak menuduh menolak untuk bernegosiasi. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kemacetan akan berlanjut hingga tengah bulan dan memicu bencana default utang.

Joyce Liu, analis investasi Phillip Futures, Singapura menyebutkan, kesuraman investor atas kemungkinan meningkatnya perpanjangan shutdown oleh pemerintah AS diperburuk oleh laporan pekerjaan AS yang lemah.

Harga juga tertekan setelah Departemen Energi AS melaporkan bahwa persediaan meningkat sebesar 5,5 juta barel untuk pekan lalu, jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis 2,1 juta barel, mengindikasikan melemahnya permintaan.

(dmd)
Sindonews Apps : Sindonews Android Apps

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions