Potensi profit taking diprediksi berlanjut
Dana Aditiasari
Kamis, 3 Oktober 2013 − 08:10 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.360-4.376 dan resistance 4.414-4.435.
"Laju IHSG meski sempat terkena aksi ambil untung, namun masih dapat bertahan dalam kisaran target resisten kami (4.368-4.387). Aksi profit taking ini dimungkinkan masih berlanjut bila nantinya laju bursa saham global mulai berbalik arah melemah. Waspadai adanya pembalikan arah IHSG," kata Reza, Kamis (3/10/2013).
Melihat ulasan laju IHSG pada perdagangan kemarin, tampak IHSG masih mampu bertahan di zona positifnya meski selama intraday perdagangan ada kecenderungan pelemahan karena mulai adanya aksi profiti taking.
Seperti biasa, dimana setiap kenaikan IHSG akan selalu dimanfaatkan untuk mengamankan posisi, sehingga memperlambat tren kenaikan jangka pendek-menengah IHSG. Lagipula, kenaikan sebelumnya kurang didukung oleh volume perdagangan sehingga dorongan penguatan menjadi berkurang.
Tetapi di sisi lain, masih menguatnya nilai tukar rupiah, masih positifnya laju bursa saham Asia, dan tercatatnya nett buy asing membuat IHSG bertahan menghijau. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.425,92 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.372,01 (level terendahnya) juga di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.387,60.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
Dari luar negeri terlihat laju bursa saham Asia mulai bergerak variatif. Meski bursa saham Cina masih libur, namun HSI mulai diperdagangkan dan berakhir positif meski juga mulai diwarnai aksi ambil untung.
Sentimen kekhawatiran shutdown ekonomi AS masih menyertai, namun dapat terkompensasi oleh masih berlanjutnya pelemahan USD dan penilaian bahwa dampak partial shutdown tersebut akan berimbas terbatas.
Di sisi lain, penguatan mata uang Asia, terutama yen ternyata berimbas negatif pada laju Nikkei yang berbalik melemah. Laju bursa saham Eropa mulai berbalik negatif hingga kini setelah saham-saham ritel bergerak melemah dan sikap wait and see pelaku pasar terhadap hasil pertemuan ECB.
Pelaku pasar menilai hasil rapat ECB akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,5 persen dan adanya spekulasi ECB akan menambah stimulus pada sistem keuangan di zona Eropa.
"Laju bursa saham AS diperkirakan akan mengalami pelemahan dengan sentimen partial shutdown telah memasuki hari kedua dengan tidak adanya pembahasan akan penyelesaian kondisi tersebut, sehingga pelaku pasar timbul penilaian negatif bahwa pemerintah AS membiarkan kondisi tersebut dan akan mengganggu ekonomi secara keseluruhan," tutup dia.
Sebelumnya, pelaku pasar mencoba bersikap realistis yang menilai adanya efek partial shutdown terhadap perekonomian akan bersifat terbatas, namun dengan pertimbangan akan adanya pembahasan lebih lanjut dan tercapainya kesepakatan.
(
rna)
Sindonews Apps : 