Metrotvnews.com, Jakarta: Penurunan impor berpengaruh besar terhadap surplus neraca perdagangan pada Agustus 2013 yang tercatat sebesar 132,4 juta dolar AS. Sektor ekspor tidak memainkan kontribusinya karena terkoreksi 12,77 persen (month to month) menjadi 13,16 miliar dolar AS dari 15,08 miliar dolar AS.
Berkaca dari kondisi tersebut seharusnya ada celah untuk memperbaiki neraca perdagangan dari sisi optimalisasi ekspor. Namun, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengaku ekspor masih akan menunjukkan tren negatif hingga akhir tahun. "Dari angka sampai Agustus minus enam persen. Masih akan negatif di lima persen (akhir tahun)," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/10).
Menurutnya, hal tersebut disebabkan siklus permintaan pasar global yang cenderung menurun selama tiga bulan terakhir. Ditambah lagi, belum pulih sepenuhnya perekonomian global.
"Siklusnya global seperti itu. Sekarang Oktober masih slowing down, November akan naik sedikit, dan Desember cenderung melemah karena orang banyak libur dan sebagainya," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia memang terus mengalami penurunan. Pada periode Januari-Agustus 2011 nilai ekspor sebesar 134,68 miliar dolar AS. Jumlahnya kemudian menurun menjadi 127,09 miliar dolar AS pada periode yang sama di 2012 dan kembali turun menyentuh 119,31 miliar dolar AS pada tahun ini. (Anshar Dwi Wibowo)
Editor: Wisnu AS