Rupiah bersiap melejit
Dana Aditiasari
Rabu, 2 Oktober 2013 − 08:47 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Kombinasi melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) dan catatan deflasi pada bulan September 2013 ditambah surplusnya neraca perdagangan membuat laju rupiah hari ini siap melejit naik mencoba menyentuh kembali zona positifnya setelah sempat naik cukup signifikan di perdagangan akhir pekan kemarin.
"Rupiah berbalik arah menguat di atas target support Rp11.532. Laju Rupiah berada pada rentang Rp11.585-11.623/USD menurut kurs tengah BI," prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (2/10/2013).
Kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan defisit perdagangan telah terjawab sekaligus memberi sentimen positif pada laju rupiah hari ini. Tercatat, ekonomi Indonesia mengalami deflasi di bulan September sebesar 0,35 persen (MoM) atau di bawah ekspektasi di level 0,5 persen dan neraca perdagangan mengalami surplus senilai USD130an juta.
Dengan demikian, lanjut Reza, rupiah yang sehari sebelumnya terpuruk, kini bisa bernafas lega setelah terimbas sentimen positif dari pelemahan nilai tukar USD pasca kabar negatif ekonomi AS di ambang shutdown yang dapat membuat aktivitas ekonomi AS berhenti.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada di level Rp11.360/USD, menguat 44 poin dibanding penutupan sehari sebelumnya di level Rp11.406/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari Selasa berada di level Rp11.593/USD, menguat 20 poin dibanding Senin (30/9/2013) di level Rp11.613/USD.
(
rna)
Sindonews Apps : 