Rupiah diprediksi bisa tembus Rp10.500/USD
Dana Aditiasari
Kamis, 25 Juli 2013 − 08:38 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah semakin dalam. Setelah sebelumnya sempat menyentuh level Rp10.262 per USD, dalam waktu dekat diproyeksi akan kembali terperosok ke level Rp10.500-an.
"Saya perkirakan rupiah berpotensi melemah ke level 10.500 dalam beberapa bulan ke depan dan mendorong inflasi semakin meningkat," kata Kepala Riset MNC Securities, Edsin Sebayang, Kamis (25/7/2013).
Edwin menilai, melemahnya rupiah atas USD yang mencapai Rp10.262 dalam perdagangan Rabu (24/7/2013) sebagai dampak empat faktor, seperti tingginya permintaan USD untuk kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, repatriasi pendapatan hasil dividen ke negara asal dan lemahnya arus modal USD ke Indonesia.
Ini juga yang menjadi salah satu faktor IHSG melemah dan bergerak anomali dibandingkan bursa regional.
"Dengan pelemahan itu, bukan mustahil saya perkirakan BI rate berpotensi kembali naik 25 basis poin ke level 6,75 persen dalam beberapa bulan ke depan," pungkas dia.
Sementara, Kepala Riset Trust Securities memandang, pergerakan nilai tukar rupiah yang anjlok tak tertahankan seiring melemahnya sejumlah mata uang Asia. AUD melemah seiring rilis inflasi yang di bawah ekspektasi yang menandakan masih lemahnya permintaan dalam negeri.
Mata uang yuan pun juga terjungkal setelah rilis HSBC manufacturing PMI mengalami kontraksi yang menegaskan masih belum pulihnya sektor manufaktur China.
"Belum adanya rilis dari BI mengenai langkah yang akan diambil untuk menahan pelemahan rupiah membuat pelaku pasar berekspektasi rupiah akan terdepresiasi kembali. Padahal dari laju Euro cukup positif dengan rilis data-data ekonominya," tutup dia.
(
rna)