Jumat, 26 Juli 2013

Home » Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com: Sharif: KKP fokus industrialisasi perikanan

,
Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com
// via fulltextrssfeed.com 
Sharif: KKP fokus industrialisasi perikanan
Jul 26th 2013, 12:02

Sharif: KKP fokus industrialisasi perikanan

Izzudin

Jum'at,  26 Juli 2013  −  19:02 WIB

Sharif: KKP fokus industrialisasi perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo/Foto: istimewa

Sindonews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo  mengatakan, kementeriannya telah menetapkan arah kebijakan dan strategi pembangunan kelautan dan perikanan melalui industrialisasi perikanan.

Kebijakan ini untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk serta meningkatkan daya saing berbasis pengetahuan. Sasaran utama industrialisasi perikanan untuk peningkatan pendapatan kelompok pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Menurutnya, kebijakan industrialisasi perikanan menjadi fokus perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kebijakan ini merupakan kebijakan strategis dalam menggerakkan seluruh potensi perikanan, melalui pengembangan perikanan budidaya, perikanan tangkap sebagai industri hulu dan pengolahan hasil produk kelautan dan perikanan sebagai industri hilir. 

"Pembangunan kelautan dan perikanan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan empat pilar pembangunan nasional, yaitu pro poor, prom job, pro growth dan pro environment," jelas dia dalam rilisnya, Jumat (26/7/2013).

Kebijakan industrialisasi perikanan menurut Sharif, dilakukan KKP dalam rangka menyambut komunitas ekonomi ASEAN. Terutama dalam menghadapi era perdagangan bebas yang akan dilaksanakan 2015. Pada 2013, KKP telah menetapkan empat komoditas industrialisasi perikanan budidaya, yaitu udang, bandeng, patin dan rumput laut.

Untuk industrialisasi udang, kata dia, kegiatan revitalisasi tambak dilakukan melalui perbaikan infrastruktur berupa saluran primer, sekunder dan tertier. Program ini mampu mengoptimalkan kawasan pertambakan Pantura Jawa yang mencakup provinsi Banten dan Jawa Timur pada 2012.

Selanjutnya Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi Selatan pada 2013. "Kita perlu mempersiapkan diri untuk mempersiapkan SDM serta produk perikanan kita agar mampu bersaing dalam pasar tunggal ASEAN," pungkas Sharif.

(izz)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions