Samsung bukukan rekor laba bersih 49,7%
Jum'at, 26 Juli 2013 − 14:57 WIB

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Sindonews.com - Samsung Electronics, perusahaan teknologi dengan pendapatan terbesar di dunia membukukan rekor laba bersih pada kuartal kedua (Q2) 2013, sebesar 49,7 persen.
Raksasa Korea Selatan itu mencatat laba bersih untuk periode April-Juni year-on-year (yoy) menjadi 7,77 triliun won (USD6,96 miliar) berkat pengiriman kuat pada produk andalan smartphone Galaxy S4, dan harga chip yang tinggi.
Sementara laba operasional kuartal kedua melonjak 47,5 persen year to date ke 9,53 triliun won pada periode yang sama, dengan penjualan tumbuh 20,7 persen year to date ke 57,46 triliun won.
Angka tersebut sejalan dengan perkiraan perusahaan pada awal bulan ini, walaupun jauh dari harapan untuk laba operasi sebesar 10 triliun won.
"Memasuki musim biasanya kuat untuk industri IT, kami berharap pendapatan terus meningkat," kata Senior Vice President and Head of Investor Relations Samsung, Robert Yi, seperti dilansir dari AFP, Jumat (26/7/2013).
Namun, dia memperingatkan, "Kita tidak bisa mengabaikan pemulihan ekonomi tertunda di Eropa dan risiko dari meningkatnya persaingan untuk produk smartphone dan lainnya."
Meskipun meraih rekor pendapatan, namun harga saham Samsung jatuh - menyeka sekitar USD30 miliar dari nilai perusahaan - sejak akhir April ketika Galaxy S4 hit flagship store, karena penjualan belum setinggi seperti yang diharapkan.
"Harapan sudah terlalu tinggi untuk penjualan smartphone high-end. Sekarang banyak investor berpikir S4 Galaxy belum terjual dengan baik," kata Oh Young-Bo dari Hanmag Securities.
Dia menambahkan, investor mulai khawatir karena Samsung sangat bergantung pada penjualan smartphone untuk mendorong pertumbuhan.
Samsung tidak mengungkapkan pengiriman smartphone yang diperkirakan telah menjual sekitar 75 juta pada kuartal terakhir, termasuk sekitar 20 juta Galaxy S4.
Samsung mempertahankan statusnya sebagai pembuat handset terbesar di dunia, angka itu hanya sedikit naik dari perkiraan 70 juta unit, bergeser dari tiga bulan sebelumnya.
IT dan sektor mobile menyumbang sebagian dari laba usaha, menghasilkan 6,28 triliun won, naik 52 persen dari tahun sebelumnya. Namun, turun 3,5 persen dari kuartal sebelumnya karena biaya pemasaran yang lebih tinggi dan investasi dalam jaringan penjualan, penelitian serta pengembangan.
Sektor semikonduktor membawa laba usaha 1,76 triliun won, naik 71 persen dari tahun sebelumnya. Sementara laba usaha melonjak 58 persen yoy menjadi 1,12 triliun won. Kontribusi sektor lain termasuk elektronik konsumen belum menunjukkan ekspansi.
(
dmd)