Inflasi Juni di Jabar tembus 1,50 persen
Arif Budianto
Senin, 1 Juli 2013 − 17:39 WIB

ilustrasi/ist
Sindonews.com - Angka inflasi di Jawa Barat (Jabar) pada Juni 2013 mencapai 1,50 persen atau melebihi angka inflasi saat Idul Fitri 2012 yang hanya mencapai 1,03 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya harga kebutuhan pokok dan sektor lainnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, inflasi tujuh kota besar di Jabar pada Juni 2013 mencapai 1,50 persen. Naik signifikan dari inflasi bulan sebelumnya yaitu 0,19 persen.
Laju inflasi pada Juni juga tercatat tertinggi sejak Juni 2012 serta melampaui inflasi pada Idul Fitri 2012. "Lonjakan inflasi pada Juni menyebabkan angka inflasi Jabar year on year (yoy) mencapai 6,65 persen," jelas Kepala BPS Jabar, Gema Purwana di Bandung, Senin (1/7/2013).
Menurut dia, kenaikan inflasi didorong peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 135,84 persen menjadi 137,88 persen pada Juni 2013. Tingginya angka inflasi di Jabar diperkirakan akan mendorong inflasi yoy pada Juli sekitar 9 persen.
Saat ini, inflasi yoy mencapai 6,65 persen. Pada Juli, inflasi diperkirakan mencapai 3 persen. Sehingga, inflasi yoy pada Juli diperkirakan mencapai 9 persen. Sementara, pemerintah menargetkan inflasi yoy pada Juli tidak lebih dari 7,2 persen.
Menurut dia, inflasi hampir terjadi di semua kelompok. Kelompok yang mengalami inflasi paling tinggi yaitu transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan inflasi sebesar 5,14 persen.
Kemudian disusul kelompok bahan makanan sebesar 2,16 persen, makanan jadi, tembakau, dan minuman sekitar 0,14 persen. Hanya kelompok sandang yang mengalami deflasi 0,01 persen.
(
izz)