Rabu, 02 Oktober 2013

Home » Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com: Impor minyak Asia Tenggara 2035 bisa tembus Rp2,776 T

,
Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com
// via fulltextrssfeed.com 
Retargeting on Facebook?

Get more sales and conversions with Facebook retargeting. Try it free for 14 days. Set up takes just minutes!
From our sponsors
Impor minyak Asia Tenggara 2035 bisa tembus Rp2,776 T
Oct 2nd 2013, 07:48

Impor minyak Asia Tenggara 2035 bisa tembus Rp2,776 T

Rabu,  2 Oktober 2013  −  14:48 WIB

Impor minyak Asia Tenggara 2035 bisa tembus Rp2,776 T

Ilustrasi/Foto: Istimewa

Sindonews.com - Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan meningkatnya kebutuhan energi membuat permintaan impor minyak di Asia Tenggara akan mengalami lonjakan hingga USD240 miliar atau sekitar Rp2,776 triliun pada 2035. Kondisi ini membuat negara-negara anggota, terutama Indonesia rentan terkena guncangan harga.

Menurut IEA, Asia Tenggara akan membuang lebih dari 5 juta barel minyak per hari, akibat peningkatan konsumsi bahan bakar seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Total kebutuhan energi akan meningkat lebih dari 80 persen.

Badan energi memprediksi sebanyak 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) butuh investasi sekitar USD1,7 triliun untuk infrastruktur pasokan energi dari tahun ini hingga 2035.

Mereka memperkirakan wilayah ini akan menjadi importir minyak dunia terbesar keempat, setelah China, India dan Uni Eropa.

"Peningkatan ketergantungan pada impor minyak akan membuat biaya tinggi terhadap perekonomian Asia Tenggara dan meninggalkan mereka lebih rentan terhadap gangguan potensial," kata IEA, seperti dilansir dari Economic Times, Rabu (2/10/2013).

Anggaran impor minyak setara dengan 4 persen dari produk domestik bruto (PDB) di ASEAN, dengan Thailand dan Indonesia cenderung naik tiga kali lipat menjadi hampir USD70 miliar per tahun pada 2035.

Negara ASEAN diperkirakan akan memangkas ekspor gas alam dan batu bara untuk mengalihkan sumber daya yang berlimpah bagi kebutuhan pasar domestik, di mana kira-kira 134 juta orang tidak memiliki akses listrik.

Negara kaya sumber daya, Indonesia akan melihat lonjakan produksi batu bara hampir 90 persen mengukuhkan posisinya sebagai eksportir batu bara top dunia.

Namun, IEA mengkirtik pilihan subsidi BBM USD5,1 miliar negeri ini dibanding investasi untuk energi terbarukan yang lebih efisien, sehingga meningkatkan penyelundupan minyak ke daerah-daerah yang memiliki selisih harga lebih tinggi.

"Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat bawah. Namun, telah mengakibatkan distorsi pasar yang serius dan gagal memenuhi tujuan yang dimaksudkan," jelas IEA dalam penelitiannya.

(dmd)
Sindonews Apps : Sindonews Android Apps

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions