Sektor perikanan siap hadapai pasar bebas 2015
Izzudin
Selasa, 1 Oktober 2013 − 12:26 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo/Foto: istimewa
Sindonews.com - Menteri Perikanan dan Kelautan, Sharif C Sutardjo mengatakan, dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015, dunia usaha optimis bisa memainkan peranan penting melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan serta kelautan yang efektif.
Terutama dengan memanfaatkan jaringan regional ASEAN, pasar bebas ASEAN 2015 justru menjadi peluang bagi kepentingan nasional maupun regional. Potensi perikanan Indonesia yang sangat besar menjadi salah satu modal menghadapi persaingan global.
Berdasarkan data FAO (2010) menunjukkan volume produksi perikanan tangkap Indonesia menempati posisi nomor tiga dunia. Sedangkan hasil budidaya menempati posisi tujuh besar. Potensi tersebut menunjukkan sektor perikanan menjadi sumber devisa negara serta memegang peranan penting dalam penyediaan pangan khususnya protein hewani.
"Sektor perikanan selain menjadi penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang juga menjadi tumpuan pendapatan bagi sekitar sembilan juta nelayan dan pembudidaya ikan," kata dia dalam rilisnya, Selasa (1/10/2013).
Untuk menghadapi pasar bebas ASEAN, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap konsisten menata kembali pola pembangunan kelautan dan perikanan dengan mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan yang lebih menekankan konsep ekonomi biru (blue economy).
Konsep blue economy akan bertumpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif, guna mencapai pembangunan nasional secara keseluruhan. "Salah satu implementasinya dengan pengendalian perikanan tangkap serta pengembangan perikanan budidaya," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia sasaran utamanya adalah peningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui program industrialisasi kelautan dan perikanan. Untuk mendukung program industrialisasi, KKP telah melakukan sistem pemetaan logistik dan distribusi yang terpadu atau Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).
SLIN merupakan langkah strategis dalam memberikan jaminan terhadap ketersediaan bahan baku ikan, stabilitas harga, ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. SLIN tahap pertama di PPN Kendari dan PPN Brondong.
Kedua pelabuhan perikanan itu dijadikan kawasan uji coba karena dinilai mampu mewakili sektor hulu dan hilir komoditas perikanan di kawasan Timur Indonesia.
Tak diragukan lagi, kalau Sulawesi merupakan sentra komoditas hasil perikanan di Indonesia Timur. "Logistik dan distribusi menjadi kata kunci dalam proses industrialisasi perikanan," pungkasnya.
(
izz)
Sindonews Apps : 