Lelang raskin premium di Solo minim peminat
Abdul Alim
Jum'at, 4 Oktober 2013 − 11:56 WIB

Ilustrasi/Koran Sindo
Sindonews.com - Lelang pengadaan beras untuk keluarga miskin (raskin) premium oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, minim peminat. Bantuan beras layak konsumsi kepada 17.259 keluarga miskin ini terkendala regulasi yang rumit.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Solo, Basuki Anggoro Hexa mengatakan, pemkot kembali membuka lelang pengadaan beras senilai Rp2,071 miliar pada bulan ini, setelah lelang sebelumnya gagal dapat peminat. Saat itu, hanya satu calon rekanan yang bersedia memprospek proyek, dari total 15 peserta.
"Tidak memenuhi aspek kompetitif, karena hanya satu saja yang serius mengikuti penawaran. Meski, ada 15 peserta yang mendaftarkan diri ikut lelang," kata dia, Jumat (4/10/2013).
Pengadaan beras melalui mekanisme lelang merupakan pertama kalinya dilakukan pemkot Solo untuk jenis makanan pokok. Model penunjukan langsung yang awalnya dibidik, ternyata lebih berisiko meyalahi Peraturan Presiden No 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Diketahui, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) juga tidak berminat mengikuti lelang tersebut.
"Perum Bulog tidak mengikuti lelang ini. Sebenarnya, Bulog didorong untuk menjadi mitra kerja pemkot dalam program raskin premium," kata dia.
Hexa tak mau berandai-andai pemkot akan melakukan penunjukan langsung rekanan, apabila lelang kedua gagal lagi. Dalam masa pengumuman proyek, pemkot menjajaki kesediaan calon mitra secara lebih luas.
"Pasti ada yang berminat. Jangan dulu bicara kegagalan di lelang kedua, karena penawarannya masih berlangsung," terangnya.
Telepas masalah ini, KKP mengklaim siap menyalurkan beras premium pendamping raskin reguler. Penerima beras telah terpetakan dan dipayungi surat keputusan (SK) wali kota. Dikatakannya, penyaluran raskin premium bersumber APBD ini bakal mengawali program prorakyat berupa bantuan beras gratis berkualitas bagus.
(
gpr)
Sindonews Apps : 