Metrotvnews.com, Nusa Dua: Fasilitasi visa antar negara-negara Asia Pasifik menjadi fokus pembahasan APEC High Level Policy Dialogue (HLPD) dalam bidang faslitasi pariwisata. Forum ini bertujuan mengarusutamakan sektor pariwisata sebagai faktor pendukung integrasi wilayah APEC demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam sidang forum tingkat tinggi yang berlangsung tertutup ini akan membahas berbagai inisiatif dalam mendorong fasilitasi perjalanan dan konektivitas people to people di sektor pariwisata. Hasilnya adalah kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah dalam rangka memberikan fasilitas pariwisata di kawasan Asia Pasifik
Sekretaris Jenderal United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Taleb Rifai mengatakan inisiatif untuk membahas fasilitas pariwisata ini dimulai sejak pertemuan negara-negara G20 yang dilakukan beberapa bulan lalu di Meksiko. Pasalnya, selama satu dekade terakhir, jumlah orang yang melakukan perjalanan dari satu negara ke negara lain terus bertambah.
Saat ini terdapat 43 juta wisatawan internasional, dari jumlah tersebut sepertiganya berada di wilayah Asia Pasifik. Dari jumlah tersebut, 60% masih menggunakan visa tradisional. Fasilitasi visa akan memudahkan wisatawan dalam kunjungannya ke negara lain.
"Saat ini masih 60 persen menggunakan traditional visa, sebelum mereka berangkat ke luar negeri harus diurus. Kita harus mendorong mereka menggunakan internasional visa," ujar Rifai dalam konferensi pers yang digelar di Bali, Selasa (1/10).
Menurutnya, fasilitasi visa ini akan mendorong perkembangan pariwisata dan secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial negara-negara tujuan. "Free travel adalah bagian dari perdagangan bebas, dan tak bisa dipisahkan dari investasi. 30 persen perjalanan di Asia Pasifik adalah untuk pariwisata," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menambahkan fasilitasi pariwisata membutuhkan koordinasi dengan berbagai sektor, seperti hukum dan HAM, Bea dan Cukai, pariwisata dan perhubungan. Maka dari itu dalam sidang tingkat tinggi ini akan dibahas kategori wisatawan dan jenis visa yang akan mendapat fasilitas pariwisata. Kesepakatan bersama ini akan menjadi bagian rekomendasi yang akan dibawa ke APEC Leaders Declaration akhir pekan ini.
"Apakah nanti namanya APEC Trusted Traveler program, di luar orang bisnis yang udah masuk ke prospect taraveler, masuk green line sehingga tidak perlu pakai visa. Ini bagaimana kita perluas jenis traveler seperti apa. Informasi apa yang diperlukan. Bagaimana kita sharing informasi itu di negara-negara APEC. Itu kan memerlukan kesepakatan di kita semua. Untuk aiport juga ada jenis airport yang dibilang tourist-friendly airport itu karakteristiknya seperti apa." jelas Mari. (Ayomi Amindoni)
Editor: