Metrotvnews.com, Jakarta: PT Krakatau Steel Tbk mencatat laba 10,6 juta dolar AS pada semester I 2013 atau mengalami kenaikan setelah pada periode yang sama tahun 2012 mengalami merugi 10 juta dolar AS. Raihan laba ini tidak seiring dengan pendapatan yang justru turun sebagai akibat turunnya harga produk baja terutama baja canai panas (hot rolled coils) yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.
Itu dikatakan Direktur Utama PT Krakatau Steel Irvan K. Hakim dalam public expose di Cilegon, Kamis (3/10). Pendapatan perusahaan terkoreksi hanya 3 persen dari 1,16 miliar dolar AS pada semester I 2012 menjadi 1,12 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun ini.
Irvan yang didamping sejumlah direktur KS menjelaskan pendapatan dari sektor engineering sebesar 123,4 juta dolar AS mampu mengurangi dampak penurunan harga jual rata-rata produk. Laba kotor perusahaan naik 105,93 persen (year on year) menjadi 107,91 juta dolar AS pada semester I tahun 2013, dipicu turunnya beban pokok pendapatan 9,21 persen.
Turunnya biaya bahan baku 16,67 persen memberikan kontribusi turunnya beban pokok pendapatan, meskipun harga gas alam naik 50 persen. Irvan berharap dengan diterbitkannya kebijakan antidumping terhadap impor produk HRC akan meningkatkan konsumsi produk ini ke depan, terutama dari sektor otomotif sebesar 300 persen per bulan.
"Asumsinya apabila kebijakan mobil murah ramah lingkungan diterapkan, seharusnya banyak menyerap komponen lokal terutama produk HRC di dalam negeri," kata Irvan. (Ant)
Editor: Wisnu AS