Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat, (4/10) dibuka pada level 4.408,75 poin, melemah tipis sebesar 9,89 poin atau 0,22% dibanding penutupan Kamis (3/10), yang mengikuti bursa saham di kawasan Asia.
Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,53 poin (0,34%) ke level 735,97. "Bursa Asia, termasuk indeks BEI dibuka melemah seiring belum adanya langkah pasti dari parlemen AS untuk menghentikan government shutdown," kata analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung di Jakarta, Jumat (4/10).
Ia menambahkan pasar mulai mengekspektasi penghentian kegiatan operasional pemerintahan di AS akan terus terjadi hingga perdebatan terkait batas atas utang (debt ceiling) AS disepakati, batas akhir kesepakatan itu pada 17 Oktober.
Dari dalam negeri, lanjut dia, bursa saham global yang cenderung melemah berdampak negatif terhadap indeks BEI. Saham-saham sektor pertambangan yang pada perdagangan kemarin (3/10) menguat signifikan, pada akhir pekan ini diperkirakan mengalami tekanan.
Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memaparkan, IHSG BEI akan bergerak berfluktuasi untuk kembali berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Ia menambahkan stabilnya rupiah terhadap dolar AS dapat memberikan sentimen positif lanjutan, menyusul positifnya data ekonomi Indonesia.
"Ke depan, investor akan menanti pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang sedianya akan dirilis pada 8 Oktober. Kisaran IHSG untuk hari ini berada dalam 4.385-4.435 poin," paparnya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 161,97 poin (0,70%) ke level 23.052,43, indeks Nikkei-225 turun 141,20 poin (0,99%) ke level 14.017,30, dan Straits Times melemah 7,74 poin (0,24%) ke posisi 3.137,13. (Antara)
Editor: Henri Salomo Siagian