Metrotvnews.com, Jakarta: Penghentian operasi pemerintah AS secara parsial tidak akan berdampak langsung kepada Indonesia. Namun, yang perlu diwaspadai yakni respons pasar yang berlebihan atas penghentian tersebut.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (2/10). Menurutnya, hubungan yang bersifat pokok antara Indonesia dan AS tidak akan terpengaruh. Ia pun menyampaikan pengalamannya ketika AS juga melakukan hal serupa pada 1995 dengan penghentian operasi selama 20 hari dan tidak berpengaruh kepada interaksi kedua negara.
"Ini bukan yang pertama kali. Kebetulan saat itu saya di Washington. Memang ada penyesuaian. Namun, dampak langsungnya belum terasa," ujar Faizasyah. Menurutnya, Presiden telah menyampaikan arahan agar respons pasar yang berlebihan diwaspdai.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan shut down atau penghentian operasi secara parsial setelah parlemen gagal menyepakati anggaran baru, Selasa (1/10). Implikasinya, gaji sejuta pegawai negeri sipil tidak dibayarkan, kantor-kantor pemerintah ditutup, dan ekonomi dunia terancam mengalami perlambatan. (Akhmad Mustain)
Editor: Wisnu AS