Kamis, 05 September 2013

Home » Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com: Importir kedelai ngaku terpukul pelemahan rupiah

,
Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com
// via fulltextrssfeed.com 
Introduction to Coaching & CEC's

In less than an hour, you'll learn how to win the hearts of your members and build a successful fitness community. Sign up for this $49 online course.
From our sponsors
Importir kedelai ngaku terpukul pelemahan rupiah
Sep 5th 2013, 10:04

Importir kedelai ngaku terpukul pelemahan rupiah

Ameidyo Daud

Kamis,  5 September 2013  −  17:04 WIB

Importir kedelai ngaku terpukul pelemahan rupiah

ilustrasi/ist

Sindonews.com - Banyak pelaku impor kedelai mengeluh dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi akhir-akhir ini.

Salah satunya dilontarkan oleh perwakilan Direksi PT FKS Multi Agro, Kusnarto yang mengaku impor kedelai terpengaruh depresiasi rupiah. Karena mayoritas importir membeli kedelai di AS dengan kurs dolar. Namun dijual di Indonesia dengan kurs rupiah, sehingga harganya melambung.

Hal tersebut membuat harga kedelai impor terus fluktuatif seiring bergejolaknya nilai tukar rupiah terhadap USD.

"Kita sebagai importir jadi bingung kalau rupiah terus seperti ini, maka tingkat kenaikan harga kedelai jadi berapa. Yang jelas setiap hari kami harus beli dolar," ujar dia di Gedung KPPU, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Pihaknya menuturkan, importir membeli kedelai impor dengan kurs dolar AS. Sementara, ketika menjual kedelai di dalam negeri dalam bentuk rupiah. Sehingga melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada tingkat kenaikan harga kedelai.

"Kita impor kedelai jadinya utang dalam bentuk dolar, di sisi lain kita jual kedelainya di pasar domestik menggunakan rupiah," ungkap dia.

Kusnarto mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah ini pengaruhnya sangat signifikan terhadap harga tempe dan tahu. Selain itu, pembebasan bea masuk kedelai sebesar 5 persen juga dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan para importir.

"Harga jual ke tingkat perajin Gakopti sekarang Rp8.900. Padahal sebelum rupiah terdepresiasi hanya Rp7.200. Bahkan sampai sekarang kita beli dengan kurs Rp12 ribu," pungkas dia.

(izz)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions