KPPU endus aroma kartel di balik mahalnya harga kedelai
Ameidyo Daud
Kamis, 5 September 2013 − 14:47 WIB

ilustrasi/ist
Sindonews.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut ada dua permasalahan dalam kenaikan harga kedelai yang juga mengakibatkan naiknya harga tahu dan tempe.
Komisioner KPPU, Munrokhim Misanam menyebut ada indikasi kartel dalam masalah mahalnya harga kedelai. Namun, dia meminta agar investigator KPPU menyelidiki lebih lanjut terkait hal ini.
"Bahwa indikasi awalnya (kartel), kelihatan. Nanti selanjutnya biar investigator yang bekerja," ujar Munrokhim di Gedung KPPU, Jakarta, Kamis (5/9/2013).
Dia menuturkan, indikasi kartel bia terlihat dari perbedaan data stok kedelai dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar 350 ribu ton dan importir serta Gakopti.
"Mengenai stok yang enggak sama antara Kemendag dan yang dilaporkan (importir dan Gakopti), ini yang perlu didalami," ujarnya.
Meski demikian, Munrokhim belum tahu siapa yang menjadi pemain dibalik mahalnya harga kedelai ini. Dia juga menyebut perbedaan angka aduan ini akan menjadi titik masuk investigasi dugaan kartel yang akan dikerjakan KPPU.
"Kita belum tahu, tapi akan didalami dulu, dengan proses investigasi KPPU. Tapi itu akan menjadi titik masuk bagi kita untuk kroscek," pungkas dia.
(
izz)