Metrotvnews.com, Jakarta: Bank-bank memutuskan untuk memperlambat kredit di tahun ini. Langkah ini diambil karena risiko ketidakseimbangan internal dan eksternal terhadap perekonomian Indonesia.
PT Bank Bukopin, misalnya, akan menurunkan laju kreditnya menjadi kisaran 15-20 persen hingga akhir tahun ini. Padahal tahun lalu, bank swasta nasional ini mampu tumbuh di atas 20 persen. "Situasi memang membuat kami harus hati-hati dengan melambatkan kredit," ujar Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi, akhir pekan lalu, di Jakarta.
Perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tekanan risiko ketidakseimbangan baik internal maupun eksternal. Dari sisi internal,
ekonomi menghadapi tekanan defisit transaksi berjalan. Dari eksternal, ada rencana kebijakan penghentian stimulus ekonomi oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Direktur Keuangan CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengatakan pihaknya akan menurangi kredit pada keseluruhan sektor dan segmen bisnisnya. Apabila kredit terus didorong akan berdampak negatif pada peningkatan risiko kredit bermasalah.
"Kami lihat growth (kredit) tidak sekencang tahun kemarin. Melihat kondisi pasar saat ini, kami waspada. NPL tinggi takutnya tinggi. Kami slow down, hati-hati. Nasabah merasakan beban bunga kredit, inflasi, kurs juga. NPL rata-rata CIMB Niaga 2,3 persen. Kami masih terus monitoring," tambah dia. (Daniel Wesly Rudolf)
Editor: Wisnu AS