Sama dengan IHSG, rupiah diproyeksi juga melemah
Dana Aditiasari
Selasa, 24 September 2013 − 08:50 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memperpanjang pelemahannya.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menerangkan, kondisi ini diperparah beredarnya spekulasi akan banyaknya perusahaan yang membeli USD untuk kebutuhan pembayaran utang yang akan jatuh tempo di akhir bulan dan akan adanya pembayaran barang-barang impor.
"Laju rupiah melewati target support Rp11.386. Laju rupiah akan bergerak pada rentang Rp11.389-11.525/USD (kurs tengah BI)," kata Reza, Selasa (24/9/2013).
Selain itu, dari transaksi offshore juga terlihat, non-deliverable forwards (NDF) menunjukkan penurunan sejalan dengan laju kurs tengah BI yang juga melemah.
Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang juga memproyeksikan pelemahan atas rupiah terhadap mata USD lantaran inflasi yang kian melambung.
Untuk inflasi, dia memperkirakan, besarannya kemungkinan akan meledak lantaran program mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah.
Mobil murah ini berpotensi mengakibatkan ledakan konsumsi BBM bersubsidi karena tidak ada aturan baku maupun pengawasan yang jelas LCGC dilarang menggunakan BBM bersubsidi meskipun pemerintah sudah memberikan imbauan.
"Aksi "cuci piring" yang saya sudah perkirakan sejak Sabtu pekan lalu, nampaknya akan berlanjut dalam perdagangan Selasa karena investor kembali berfikir rasional dan fokus atas defisit yang terjadi di dalam negeri dan akan diperparah dengan diterapkannya program mobil murah (LCGC)," tutup Edwin.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada di level Rp11.445/USD, terdepresiasi signifikan sebanyak 404 poin dibanding penutupan Jumat (20/9/2013) yang berada di level Rp11.041/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp11.435/USD atau melemah 83 poin dibanding posisi Jumat (20/9/2013) di level Rp11.352/USD.
Rp11.282/USD.
(
rna)