Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah kalangan memprediksi bahwa kebijakan pengurangan stimulus atau tapering off akan dilakukan The Federal Reserves (Fed) pada Desember tahun ini. Pemerintah diminta untuk menciptakan confidence atau kepercayaan bagi investor agar pasar keuangan tidak bergejolak saat kebijakan itu direalisasikan.
"Kebijakan jangka pendek yang bisa dilakukan adalah membangun confidence di pasar keuangan. Ini bisa dilakukan di waktu penundaan tapering off," ujar ekonom dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih usai acara The Future of Finance: Axis of Stability & Profitability, di Jakarta, Senin (23/9).
Ia mengatakan bahwa aliran dana dari investor asing kembali membanjiri pasar keuangan dalam negeri seiring keputusan The Fed untuk melanjutkan kebijakan stimulus ekonominya. Aliran modal tersebut masuk ke instrumen saham, surat utang negara (SUN), dan obligasi.
Ia memproyeksikan aliran dana segar asing yang masuk ke pasar saham hingga Desember mencapai 2,3 miliar dolar AS. "Dana asing juga bisa masuk ke obligasi dan SUN," sebutnya.
Arus modal asing yang sempat keluar pada Juni-Agustus lalu akan kian besar masuk jika terdapat sinyal positif dari Tanah Air. "Biasanya kalau orang mudik akan lebih besar, kalau ada shock," tuturnya.
Kondisi tersebut akan memperbaiki neraca pembayaran Indonesia (NPI) yang defisit. Dengan demikian, nilai tukar rupiah akan kembali menguat ke level 10.000 per dolar AS.
"Penguatan nilai tukar bisa saja terjadi, tidak perlu menunggu transaksi berjalan yang saat ini negatif menjadi positif," tegasnya. (Daniel Wesly Rudolf)
Editor: Wisnu AS