Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah saat ini sedang mengevaluasi dua blok gas nonkonvensional (shale gas) yang akan dilelang. Diharapkan kontrak kerja sama (KKS) dapat dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Pengembangan shale gas dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Hal itu diungkapkan Direktur Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Fadly di Jakarta, Senin (23/9). Ia mengatakan dua potensi gas tersebut berada di wilayah kerja migas konvensional.
"Ada dua blok yang sedang dievaluasi untuk dilelang. Kisaran (Sumatra Utara) dan West Tanjung (Kalimantan Selatan). Keduanya blok existing dengan WK migas konvensional. Tapi ini masih dalam tahap evaluasi," ujar Hendra.
Hendra menambahkan untuk mengevaluasi potensi shale gas di kedua blok tersebut diperkirakan memerlukan waktu 2-3 bulan. Shale gas merupakan gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Proses yang diperlukan untuk mengubah batuan shale menjadi gas membutuhkan waktu sekitar lima tahun.
Sebelumnya, Dirjen Migas Edy Hermantoro mengatakan setidaknya penandatanganan 4 hingga 8 KKS WK shale gas akan dilakukan pemerintah. WK tersebut kebanyakan berlokasi di Kalimantan dan Sumatra. "Terutama Kalimantan Timur dan Selatan serta Sumatra," kata dia. (Ayomi Amindoni)
Editor: Wisnu AS