Rabu, 28 Mei 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Harga Ayam Diprediksi Rp 30 Ribu Saat Puasa

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Subscribe to Bloomberg Businessweek

Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.
From our sponsors
Harga Ayam Diprediksi Rp 30 Ribu Saat Puasa
May 28th 2014, 13:17, by Achmad Dwi Afriyadi

Kerja sama ini akan melibatkan PD Pasar Jaya dengan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Lampung (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan tidak ada kenaikan yang berarti untuk daging ayam pada bulan Ramadhan. Kenaikan tidak terlalu signifikan itu seiring pemberlakuan aturan suplai bibit ayam.

Ketika Ramadhan, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti memperkirakan, harga ayam paling tinggi berada pada  kisaran Rp 30 ribu per kg.

"Saya kira naiknya ke level  Rp 14 ribu sampai Rp 17 ribu di peternak. Kemudian menjelang itu naik jadi Rp 19 ribu sehingga di harga konsumennya sekarang naik menjadi Rp 26 ribu, Rp 27 ribu atau Rp 28 ribu. Nanti naiknya di Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu," kata dia, Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Ia menjelaskan, kenaikan yang relatif tak tinggi itu berkaitan dengan pemberlakuan aturan terkait suplai bibit ayam atau day old chicken (DOC) yakni pengurangan suplai sebanyak 15%.

Dengan kebijakan DOC peternak diberi kesempatan untuk menaikkan harga terlebih dahulu. Sehingga, ketika Ramadhan tidak terjadi kenaikan yang signifikan seperti Lebaran tahun lalu.

"Kami melihat bahwa sekarang harus menambah pasokan ke pasar, karena bulan Juli menjadi awal kunci jadi kalau kami hitung ayam itu menetasnya telur 21 hari dan penggemukannya kira-kira 3 hingga 4 minggu. Jadi DOCnya harus masuk sekarang, agar kami pastikan pasokan bulan Juli cukup,"ucapnya.

Ia mengatakan, dalam empat bulan terakhir petani merugi karena stok yang ada tidak diimbangi oleh permintaan yang relatif sedikit. Sebaliknya, ketika Lebaran permintaan menjadi tinggi namun tak diimbangi oleh jumlah pasokan. Dengan keadaan tersebut dikhawatirkan  membuat peternak menaikkan harga terlalu tinggi sehingga bakal merugikan konsumen.

"Peternak selama ini dalam empat bulan rugi terus, nah kalau dia rugi terus nanti di Lebaran kerena permintaan meningkat dia akan genjot harga tinggi sekali jadi itu akan merugikan konsumen," tukasnya. (Amd/Ahm)

(Agustina Melani) ;

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
jokowi aaa.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions