Ini hasil kesepakatan AMEM di Bali
Rabu, 25 September 2013 − 16:59 WIB

Ilustrasi/Ist
Sindonews.com - Para menteri bidang energi Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang tergabung dalam "ASEAN Ministers on Energy Meeting" (AMEM) ke-31 di Nusa Dua Bali, sepakat mendorong proyek-proyek konektivitas regional di bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT).
"Koneksi listrik kita sudah lakukan dengan Malaysia. Sebentar lagi Papua Nugini," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik saat konferesnsi pers AMEM ke-31 di Westin Hotel, Nusa Dua Bali, Rabu (25/9/2013).
Selain itu, kesepakatan juga terjalin dalam melanjutkan pengembangan proyek utama konektivitas energi ASEAN antara lain, ASEAN Power Grid (APG) dan Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP) yang bertujuan membantu memastikan suplai gas di kawasan ASEAN serta pengembangan Persetujuan Prinsip Transit Gas di ASEAN.
"Dan yang penting ini mereka sepakat menjalin kerja sama (EBT) dengan Indonesia. Tapi kita benahi dulu tarifnya," pungkas Jero.
Sebelumnya diberitakan, para menteri bidang energi Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berkumpul dalam acara "ASEAN Ministers on Energy Meeting" (AMEM) ke-31 di Nusa Dua, Bali.
Pertemuan Menteri Energi tingkat ASEAN ini bertujuan membahas kerja sama dalam penyediaan energi, diversifikasi energi, dan energi terbarukan serta peningkatkan efisiensi energi.
Wakil Presiden Boediono saat membuka acara tersebut menuturkan, kerja sama negara-negara ASEAN khususnya di bidang energi harus ini dibentuk sebagai jaringan jangka panjang yang saling berkelanjutan. Kendati demikian, Boediono mengaku tidak mudah dilakukan, sehingga perlu keseimbangan yang sesuai antara kepentingan dalam negeri sendiri dan kepentingan ASEAN.
"Tapi itu tidak mustahil dilakukan. Asalkan dibangun dengan rasa saling percaya antar sesama," kata Boediono.
(
gpr)