Harga minyak di dunia melemah
Rabu, 4 September 2013 − 19:12 WIB

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia melemah, karena para pedagang menunggu data persediaan minyak mentah AS dan risiko kekhawatiran pasokan di Timur Tengah atas rencana serangan militer terhadap Suriah.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, turun 34 sen menjadi USD115,34 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Oktober, turun 60 sen menjadi USD107,94 per barel.
Pemerintah AS menerbitkan data persediaan energi mingguan yang memberikan indikasi permintaan di ekonomi terbesar dunia saat ini.
"Hari ini (waktu setempat) rilis mingguan persediaan minyak. Di mana laporan akan menarik perhatian pasar," kata Myrto Sokou, analis peneliti senior broker Sucden, London, seperti dilansir dari AFP, Rabu (4/9/2013).
"Namun, fokus utama pekan ini pada data pekerjaan AS Jumat, termasuk data penting non-farm payroll yang mungkin akan memberikan arah yang jelas dan wawasan yang lebih baik tentang rencana Federal Reserve yang akan mulai mengurangi program stimulus besar," tambahnya.
Semua mata juga tertuju terhadap Suriah, di mana anggota parlemen AS berada di belakang rencana Presiden Barack Obama untuk melancarkan serangan militer terhadap negara yang dituduh telah menggunakan senjata kimia, yang menewaskan ratusan orang di Damaskus.
"Suriah mungkin bukan produsen minyak utama, tetapi intervensi militer di Suriah bisa menyebar di seluruh Timur Tengah," kata Teoh Say Hwa, kepala investasi Phillip Futures, Singapura.
Investor khawatir bahwa intervensi AS bisa menimbulkan konflik yang lebih luas dalam politik stabil Timur Tengah, sumber utama pasokan minyak mentah dunia. Di mana pasar minyak mentah berjangka di New York, pekan lalu, sempat menyentuh angka tertinggi dalam dua tahun, menanggapi keprihatinan Suriah.
(
dmd)