Menkeu: Obama minta RI selesaikan defisit sendiri
Ameidyo Daud
Senin, 9 September 2013 − 14:47 WIB

Menteri Keuangan, Chatib Basri/Foto:Ist
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengaku dalam pertemuan G-20 yang digelar di St Petersburg, Indonesia dan negara berkembang lainnya ditegur Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
Menurutnya, teguran itu ditujukan agar negara-negara berkembang segera menyelesaikan masalah defisitnya masing-masing dan tidak selalu menyalahkan quantitative easing (QE) sebagai penyebab gejolak perekonomian negaranya.
"Obama bilang negara berkembang harus selesaikan isu domestiknya dan jangan hanya menyalahkan QE," kata Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/9/2013).
Chatib juga memberitahu gejolak perekonomian yang melanda negara-negara berkembang penyebabnya bermacam-macam. Dia menjabarkan, problem Indonesia adalah dampak QE dan defisit transaksi berjalan.
"India tiga yaitu QE, defisit fiskal dan current account deficit, itu lebih buruk. Malaysia kenapa tidak parah, karena defisit fiskal saja," ujarnya.
Jadi, kata dia, bukan hanya AS saja yang harus berkonsultasi terhadap kebijakan QE nya, namun Chatib memberitahu ada permasalahan dalam negara-negara berkembang yang harus segera diselesaikan.
"Jadi memang negara berkembang juga harus merespon itu. Saya kira respon Obama itu wise," pungkas Chatib.
(
izz)