Penyebab rupiah tertekan sepanjang pekan ini
Dana Aditiasari
Minggu, 8 September 2013 − 14:36 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menguat pada awal pekan, namun terus tertekan karena sentimen dari dalam dan luar negeri.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pada awal pekan, sebenarnya laju rupiah cukup baik, dimana menguat tipis di tengah rilis inflasi yang berada di bawah estimasi.
"Adanya rilis defisit perdagangan yang semakin melebar sempat melemahkan rupiah, namun terbantukan dengan penguatan yuan dan euro seiring rilis kenaikan indeks manufaktur di masing-masing wilayah," kata dia dalam ristenya, Minggu (8/9/2013).
Namun, rupiah sempat melemah setelah merespon rilis berita pada Economic Times, Sabtu (31/8/2013), dimana IMF memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia dapat membengkak menjadi 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB )dari prediksi sebelumnya 3,3 persen dan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,25 persen tahun ini dari prediksi 6,3 persen pada April 2013.
Bahkan IMF juga memprediksi IHK Indonesia akan naik sebesar 9,5 persen pada akhir 2013 mendatang dengan tingkat inflasi sebesar 6 persen. Dengan melebarnya defisit tersebut, maka akan timbul persepsi bahwa nilai impor yang sangat lebih besar dari nilai ekspor akan mengganggu laju tukar rupiah.
"Selain itu, adanya rilis membaiknya data-data manufaktur dan construction spending serta data-data lainnya menimbulkan persepsi bahwa tappering off stimulus The Fed pasti akan terjadi, sehingga membuat pasokan USD berkurang dan berimbas pada naiknya nilai tukar USD," tutur dia.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan Jumat (6/9/2013) berdasarkan data Bloomberg berhasil balik arah dan terapresiasi signifikan ke level Rp11.176/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) menuju level Rp11.200/USD.Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik bertahan di posisi yang sama dengan hari sebelumnya, yakni di Rp11.105/USD.
(
rna)