Distribusi raskin premium di Solo terancam molor
Abdul Alim
Minggu, 22 September 2013 − 12:22 WIB

ilustrasi/Foto:Dok Koran Sindo
Sindonews.com - Penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) premium di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) terancam molor dari target pada Oktober 2013.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada titik temu antara Pemkot Solo dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait pembelian bahan makanan pokok itu dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kepala Perum Bulog Surakarta Subdivre III, Edy Rizwan mengatakan, perusahaannya sulit mengabulkan permintaan pemkot apabila administrasi pengadaan beras harus selesai sebelum Oktober.
Menurutnya, dibutuhkan waktu sedikitnya tiga pekan untuk mendaftarkan produknya ke e-katalog. "Bulog tidak sanggup mengikuti lelang, jika dipasang tenggat waktu distribusi pada Oktober. Butuh persiapan lama untuk mendaftar ke e-katalog, yang mana beras ini tidak masuk jenis pengadaan barang sesuai Perpres No 70/2012," kata dia, Minggu (22/9/2013).
Hingga saat ini, Pemkot Solo belum memutuskan model pengadaan beras kualitas bagus dalam program raskin premium yang sedianya didistribusikan mulai Oktober. Dalam program ini, APBD-P 2013 mengalokasikan Rp2,1 miliar kepada 17.259 keluarga miskin yang luput terdata program raskin reguler dari pemerintah pusat.
Apabila pemkot merapat ke Bulog, Edy meminta hal ini diputuskan secepatnya mengingat penyerapan beras ke petani terkendala musim panen.
"Jika kami ditunjuk sebagai mitra, maka harus gerak cepat membeli beras dari petani. Mumpung sekarang musim panen dengan kualitas lagi bagus-bagusnya. Minimal persiapan 400-500 ton beras untuk penyaluran raskin premium selama tiga bulan dalam program itu," katanya.
Selain itu, kata Edy, harganya akan lebih mahal jika pembelian ke petani terlalu lama hingga bulan depan, karena tidak sedang panen dan stoknya di petani menipis.
(
izz)