Kurang sosialisasi, angkutan mudik 2013 tak berhasil
Heru Febrianto
Kamis, 5 September 2013 − 19:32 WIB

ilustrasi/ist
Sindonews.com - Anggota Komisi V DPR RI Komisi V, Sigit Sosiantomo menyatakan, meski angka kecelakaan mengalami penurunan, namun rapor penyelenggaraan angkutan mudik 2013 secara keseluruhan masih belum bisa dikatakan berhasil.
Menurutnya, jumlah pemudik yang terlibat kecelakaan masih tinggi. Dalam rentang waktu 14 hari penyelenggaraan mudik, sebanyak 6.909 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, di mana 795 orang diantaranya meninggal dunia, 1.302 mengalami luka berat, dan sisanya 4.812 orang mengalami luka ringan.
"Artinya, setiap hari terdapat 494 pemudik yang menjadi korban kecelakaan selama 14 hari penyelenggaraan mudik," kata Sigit dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (9/5/2013).
Pemerintah dinilai masih bisa menekan jumlah korban tewas dalam perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Dia menyatakan, dana sebesar Rp25 miliar bisa diusulkan untuk ditambah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyediakan angkutan kapal laut, truk, dan kereta api secara gratis bagi pemudik bersepeda motor.
Sigit menjelaskan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengakui bahwa layanan mudik gratis untuk membawa sepeda motor ternyata sepi peminat pada Lebaran tahun ini. Ini terlihat pada kondisi gerbong kereta yang hanya terisi kurang dari 15 persen dari kapasitas angkut hingga pekan-pekan akhir kegiatan mudik.
"Layanan mudik gratis 2013 ini tidak efektif diduga karena sosialisasi yang dilakukan pemerintah sangat minim. Sosialisasi dilakukan hanya tiga pekan sebelum Lebaran. Wajar masyarakat banyak yang tidak tahu layanan mudik gratis ini, sosialisasi dilakukan dengan waktu yang sangat singkat," terangnya.
Karena itu, dia mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan agar lebih meningkatkan kinerjanya sehingga program yang dibuat dapat efektif dan efisien menekan angka kecelakaan dan jumlah korban jiwa selama Lebaran.
(
izz)