BI: Inflasi pada September akan lebih rendah
Rabu, 11 September 2013 − 13:24 WIB

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan inflasi bulanan pada September akan berkurang secara signifikan, dibantu permintaan domestik yang melambat dan mengikuti lonjakan atas kenaikan BBM rata-rata sebesar 33 persen pada akhir Juni.
Inflasi harga konsumen turun menjadi 1,12 persen pada Agustus dari bulan ke bulan, dibandingkan dengan 3,29 persen pada bulan sebelumnya.
Dalam wawancara dengan Reuters, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui, bahwa inflasi tahunan tetap tinggi. Melonjak menjadi 8,79 persen pada Agustus, dari 8,61 persen pada Juli.
"Kami telah melihat deflasi pada pekan pertama (September) ... inflasi bulan ini akan sangat rendah," ujarnya, sambil menambahkan hal ini sebagai faktor perlambatan permintaan domestik dan langkah-langkah untuk menangani harga pangan.
Dia memperkirakan defisit transaksi berjalan yang mencapai 4,4 persen dari PDB pada kuartal kedua, kecenderungan akan turun pada kuartal ketiga. Keprihatinan atas transaksi berjalan telah menjadi faktor utama menekan rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Perry berbicara menjelang pertemuan tingkat suku bunga bulanan BI, yang diharapkan menjaga suku bunga tidak berubah setelah kenaikan 50 basis poin pada pertemuan ekstra pada 29 Agustus lalu. Di melihat situasi pasar lebih baik dari sebelumnya.
(
dmd)