Sabtu, 07 September 2013

Home » Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com: Rupiah keok, industri keuangan non bank paling terpukul

,
Sumber Informasi Terpercaya | SINDOnews.com
// via fulltextrssfeed.com 
Create positive health habits and dramatically improve the quality of your life.

Begin by following this comprehensive system that includes tools and techniques Dashama has compiled over the past 12 years traveling the world.
From our sponsors
Rupiah keok, industri keuangan non bank paling terpukul
Sep 7th 2013, 06:06

Rupiah keok, industri keuangan non bank paling terpukul

Arief Sinaga

Sabtu,  7 September 2013  −  13:06 WIB

Rupiah keok, industri keuangan non bank paling terpukul

ilustrasi/ist

Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pelemahan rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kurun waktu satu bulan terakhir berdampak langsung terhadap empat lembaga keuangan non bank.

Empat lembaga keuangan non bank tersebut yaitu, reksa dana, industri asuransi, dana pensiun, dan perusahaan pembiayaan.

"Sekarang untuk industri keuangan non bank khususnya investasi asuransi dan dana pensiun 70-75 persen terkait dengan instrumen di pasar modal," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto saat diskusi "industri dan peran OJK mendorong kemajuan ekonomi nasional" di Bandung, Sabtu (7/9/2013).

Menurutnya, pelemahan IHSG berdampak langsung pada NAB reksa dana, mengingat 48 persen prtofolio investasi reksa dana ditempatkan pada instrumen saham. Sementara, untuk perusahaan asuransi memiliki eksposur yang cukup besar terhadap instrumen saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Sehingga akan berdampak oleh pelemahan pasar.

Data OJK menunjukkan investasi industri asuransi per Maret 2013, terutama ditempatkan pada deposito sebesar 22 persen, saham sebanyak 21 persen, reksana dana mencapai 21 persen, SBN sebanyak 19 persen, dan surat utang korporasi sebesar 14 persen.

Sementara, untuk aset bersih dana pensiun cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun sedikit menurun pada kuartal II/2013. "Dana pensiun memiliki eksposur yang cukup besar terhadap instrumen saham dan SBN. Namun sedikit menurun pada kuartal II/2013," katanya.

Rahmat menambahkan, untuk perusahaan pembiayaan aset dan piutan pembıayaan menunjukkan penıngkatan. Namun dengan pertumbuhan yang melambat. Di mana, per Mei 2013, pertumbuhan piutan pembiayaan tercatat sebesar 11,66 persen secara year on year dan 3,43 persen quartal to quartal.

Pada saat situasi krisi (terutama pelemahan IHSG dan rupiah), OJK selalu berkoordinasi dengan otoritas lain dan terus memenuhı agenda serta pengawasan disektor jasa keuangan bank dan nonbank," pungkas Rahmat.

(izz)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions