Rupiah ditutup di level Rp11.384/USD
J Erna
Senin, 9 September 2013 − 16:38 WIB

Ilustrasi
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari pertama pekan ini berdasarkan data Bloomberg ditutup masih melemah, namun berdasarkan data Bank Indonesia berakhir menguat seiring menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdasarkan data Bloomberg pada sore ini berada di level Rp11.384/USD, melemah dibanding akhir pekan lalu yang menyentuh level Rp11.176/USD. Sementara pukul 09.30 WIB pagi tadi, rupiah berada di level 11.636/USD dan pada siang hari ke Rp11.585/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada penutupan perdagangan Senin (9/9/2013) di level Rp11.188/USD, menguat 2 poin dibanding hari terakhir pekan lalu di level Rp11.200/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.155/USD dengan kisaran Rp10.813-11.175/USD, terdepresiasi dibanding posisi Jumat (6/9/2013) di level Rp11.105/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.173/USD atau melemah dibanding pagi tadi di level Rp11.158/USD, begitu juga dibanding akhir pekan lalu, yang berada di level Rp11.108/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, gerak rupiah hari ini memang memiliki kecenderungan konsolidasi menguat seiring dengan bertahannya IHSG di teritori hijau. "Bursa IHSG ditutup di zona positif turut menahan melemahnya nilai tukar rupiah," kata dia.
Sementara rilis data pengangguran (unemployment rate) di AS yang turun menjadi 7,3 persen, namun masih di atas ekspektasi pelaku pasar mengurangi tekanan dolar terhadap rupiah. BI juga masih mengawal pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini.
(
rna)