TEMPO.CO , Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat Usman, mengatakan krisis politik yang terjadi di Thailand tidak mengganggu kegiatan ekspor tekstil dari Indonesia ke negara gajah putih tersebut. Hal serupa juga terjadi untuk impor tekstil dari Thailand ke Indonesia yang diprediksi bakal tetap normal.
Pasalnya, menurut dia, situasi politik tersebut tidak disertai dengan demo warga atau perilaku anarki. "Kondisi masih sangat baik, stabil, tidak ada gangguan apapun," kata Ade saat dihubungi, Senin, 26 Mei 2014. (Baca: Thailand Krisis, Chatib Basri: Ekonomi Kita Aman)
Oleh karena itu, ia memperkirakan nilai total ekspor dan impor tekstil tahun ini masih stabil bila dibandingkan tahun lalu yang berkisar US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Ade merinci, mayoritas nilai perdagangan tekstil kedua negara berasal dari impor atau sebesar US$ 80 juta dan sisanya sebesar US$ 50 juta merupakan nilai ekspor dari Indonesia ke Thailand. (Baca: Thailand Krisis, Load Factor Air Asia 80 Persen)
Adapun tekstil yang diimpor dari Thailand kebanyakan merupakan pakaian jadi yaitu fashion fan, sedangkan yang diekspor adalah kain jenis greige. Cukup besarnya impor pakaian jadi dari Thailand ini disebutkan karena model fesyen dari negara gajah putih tersebut cukup dapat diterima oleh pasar Indonesia.
Situs Kementerian Perdagangan mencatat nilai impor produk manufaktur dari Thailand ke Indonesia sepanjang 2013 mencapai US$ 9,34 miliar atau senilai Rp 108 triliun, atau tertinggi dibandingkan produk-produk impor lainnya. Jumlah ini meningkat sebanyak 0,98 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk nilai ekspor barang mentah dan barang jadi dari Indonesia ke Thailand mencapai US$ 2,23 miliar.
Pernyataan itu merespons keputusan Militer Thailand yang akhirnya mengambil alih kekuasaan setelah pihak-pihak yang berseteru gagal mencapai kata sepakat untuk menemukan solusi atas kemelut politik negara dan berlangsung lebih dari enam bulan. Pengambilalihan kekuasaan diumumkan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha, Kamis sore pekan lalu.
DEWI SUCI RAHAYU
Berita terpopuler:
Lebaran, Saham Emiten Retail Prospektif
Anggaran Dipotong, Jero Tunda Pembangunan Gedung
Ribuan Tiket Kereta Api Belum Dicetak
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.