Metrotvnews.com, Jakarta: Orkes Moral Pengantar Minum Racun atau OM PMR pernah top di era 80-an. Konsep bermusik grup ini langka tetapi istimewa karena menomor satukan humor. OM PMR mengantarkan musik yang benar-benar menghibur.
Lirik lagu OM PMR penuh canda. Musiknya pun seperti main-main. Untuk urusan alat pun OM PMR tak ambil pusing. Yang penting bunyi dan enak buat berdendang, sisir dan plastik pun mereka sebut harmonika.
Setelah lama tak terdengar kabar, OM PMR, muncul di Rolling Stones Caffe, 6 Maret lalu. Rencananya OM PMR akan kembali ke panggung hiburan. Tahun ini mereka punya gawean meluncurkan album baru dengan "senjata" yang lebih lucu.
Metrotvnews.com, sempat berbincang-bincang dengan Jhoni Iskandar yang menjadi vokalis di grup musik "hura-hura" itu. Di kediamannya di Sentul Bogor, Jawa Barat, pekan lalu, Jhoni bercerita panjang lebar tentang OM PMR.
Bagimana perjalanan musik humor di Indonesia kini?
Ada ucapan, jangan tanggung-tanggung kalau jadi sesuatu. Walaupun jadi maling atau penipu. Kalau mau jadi humor di bidang lagu jangan tanggung. Jadi rajanya sekalian. Liriknya, penampilan, sampai musiknya.
Apakah semangat OM PMR yang sekarang dengan yang dulu masih sama?
Masih sama. Bahkan kalau ada lagu-lagu humor (di televisi), kami kritik itu lucu atau enggak lucu.
Apakah OM PMR kini masih utuh personelnya?
Sama. Masih hidup semua. Tapi semuanya sudah pada tua.
Darimana ide main harmonika pakai sisir?
Ya itulah musik humor. Awalnya itu bisa dari sapu kecimpring-nya. Atau tampah diisi kerikil. Belajarnya gampang, asal ada sisir sama plastik. Itu suaranya khas banget. Nyari di keyboard enggak ada.
Benar album Judul-Judulan OM PMR laku 2 juta kopi?
Itu kata produser, mana ada produser jujur. Dua juta itu pengakuan mereka, kan mereka enggak mau bongkar rahasia.
Apa benar lagu Judul-Judulan pernah disensor. Bagaimana kisahnya?
Tahun 1986. Lagu itu disensor oleh menteri karena ada kata-kata "kumpul kebo", "kawin-kawinan". Tapi kan (dalam lagu itu liriknya) cuma kebo-keboan, cuma kawin-kawinan. Di belakangnya kan ada kata ini lagu "bohong-bohongan". Namanya juga seni. Rupanya menteri ini sedang mengorbitkan dua penyanyi cewek. Pada saat itu yang disensor Judul-Judulan sama lagunya Betharia Sonata. Itu doang yang disensor. Karena sama-sama meledak lagunya.
Apa titik balik yang membuat OM PMR surut?
Pas 1998 Soeharto lengser, ada demo besar-besaran. Studio dan kantor MSC record (Music Station Company, tempat OM PMR bernaung) dibakar. Arsip terbakar, pita-pita gede terbakar, barang-barang di studio dicolong. Itu kan studio (milik orang keturunan) China, di daerah Mangga Dua. Sudah gitu kontrak-kontrak kebakar semua. Dan pas tahun itu juga kontrak PMR habis.
Apa misi OM PMR sekarang?
Sebelum saya muncul sekarang, saya pernah melihat PMR ala China. Ada yang nyanyiin lagu PMR di China. Di Jepang juga ada, di Austria juga. PMR sudah menginspirasi global. Jadi langkah selanjutnya mereka (produser PMR yang baru) pengin cari lubang untuk keluar negeri. Menduniakan PMR.
Siapa musisi favorit Jhoni Iskandar?
Ada. Pertama God Bless, kedua Marakarma. Alasannya karena mereka jago. Saya pernah nonton (konser) God Bless, sampai kesangkut di pagar waktu nonton.
Optimistis kehadiran OM PMR sekarang akan mengulang kesuksesan masa silam?
Masih optimistis. Dan kami berniat untuk mengaudisi generasi selanjutnya setelah kami. Mungkin kerjasama dengan televisi.
(Fit)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.