TEMPO.CO , Jakarta: Juru bicara PT Garuda Indonesia Tbk. Pujobroto, mengatakan pihaknya tidak mengenakan biaya pembatalan penerbangan dari Indonesia ke Thailand menyusul kekhawatiran dari sejumlah penumpang terkait situasi krisis politik di negeri Gajah itu. "Karena ini termasuk force majeur," katanya melalui pesan singkat kepada Tempo, Senin, 26 Mei 2014.
Tak hanya biaya pembatalan penerbangan, menurut Pujobroto, pihaknya juga tak mengenakan biaya pemesanan ulang (re-booking) dan biaya penggantian rute (re-route). Sayangnya, ia enggan menyebutkan berapa angka pasti jumlah penumpang pesawat yang membatalkan penerbangan ke Thailand tersebut. "Masih dalam kisaran normal." (Baca: Thailand Krisis, Load Factor Air Asia 80 Persen)
Ia mengungkapkan, waktu penerbangan ke Thailand yang dibebaskan biaya pembatalannya tersebut hanya bisa dilakukan pada periode 23 Mei hingga 30 Juni mendatang. Sebagai langkah antisipasi, Garuda juga telah mengurangi frekuensi penerbangan ke Bangkok dari tiga kali sehari di hari normal menjadi dua kali sehari."Kalau (krisis politik) masih berlanjut, bisa jadi hanya satu kali sehari," tutur Pujobroto.
Sebelumnya diberitakan, penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Bangkok tetap berjalan normal. "Sementara belum ada pembatalan Air Asia, Garuda dan Thai Airways yang langsung dari dan ke Bangkok," kata Manajer umum PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, mengatakan Yudis kepada Tempo, Senin 26 Mei 2014. (Baca: Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Bangkok Normal)
Dia mengatakan penerbangan Garuda misalnya pada Ahad, 25 Mei 2014, GA 866 menuju Bangkok berangkat pukul 10.03 WIB dari jadwal pukul 09.40 WIB. Demikian pula dengan Thai Arways TG 434 berangkat pukul 13.07 dari jadwal semula pukul 12.35.
Sebaliknya penerbangan dari Bangkok ke Jakarta juga tercatat tidak mengalami kendala dan berhasil mendarat mulus di Soekarno-Hatta. Misalnya GA865 mendarat pukul 09.55 dan TG 433 pukul 11.37 dari jadwal pukul 11.35. "Masih normal semua dan tidak ada keterlambatan," kata Yudis.
DEWI SUCI RAHAYU | AYU CIPTA
Berita terpopuler:
Lebaran, Saham Emiten Retail Prospektif
Anggaran Dipotong, Jero Tunda Pembangunan Gedung
Ribuan Tiket Kereta Api Belum Dicetak
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.