Selasa, 27 Mei 2014

Home » Tempo.co News Site: Masuk Kuartal Kedua, Rupiah Melemah

,
Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
Shop Tervis tumblers.

Create a one of a kind personalized gift. It's fun and easy to design!
From our sponsors
Masuk Kuartal Kedua, Rupiah Melemah
May 26th 2014, 19:59

Berita Terkait

TEMPO.CO , Jakarta: Terus melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS hingga pada penutupan perdagangan Senin sore ini dinilai sebagai pergerakan pasar yang biasa dan sudah diprediksi sebelumnya. "Ini tekanan yang biasa ketika memasuki kuartal kedua," ujar Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David Sumual ketika dihubungi, Senin, 26 Mei 2014.

Secara fundamental, menurut dia, kurs rupiah saat ini sekitar Rp 11.500-an per dolar AS. "Ibarat bandul jam, angka Rp 11.632 itu akan kembali lagi ke nilai fair value dalam 2-3 bulan ke depan," ucapnya. Hingga penutupan perdagangan Senin sore ini, kurs rupiah tercatat sebesar Rp 11.632 per dolar AS atau anjlok bila dibandingkan sepekan sebelumnya Rp 11.351 per dolar AS.

David menjelaskan, melemahnya rupiah saat ini lebih disebabkan oleh sentimen domestik, ketimbang faktor global. "Faktor politik tentu mempengaruhi. Khususnya tentng siapa kandidat yang kemungkinan besar terpilih, program kabinetnya apa, masih belum jelas." (Baca: Analis: Krisis Politik Thailand Pengaruhi Kurs Rupiah)

Faktor kedua yang memicu pelemahan rupiah, menurut David, adalah repatriasi dividen yang biasanya besar-besaran dilakukan pada kuartal kedua tahun ini oleh para pemilik modal asing."Saat ini perusahaan bagi-bagi laba, pemodal asing menarik kembali bagian mereka dan dibawa ke negeri asal mereka," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, faktor ketiga yang membuat rupiah anjlok adalah upaya restocking yang tengah dilakukan kalangan pengusaha. Kegiatan itu pula yang mendorong para pengusaha menggenjot impor bahan baku untuk industri untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi. (Baca: Kurs Rupiah Melemah, IHSG Menguat 0,23 Persen)

Adapun faktor global dinilai tak terlalu berperan dalam kejatuhan rupiah saat ini. Pasalnya, perekonomian di Amerika Serikat telah membaik yang ditunjukkan dengan peningkatan penjualan rumah di negara Abang Sam tersebut.

Per April 2014, tercatat jumlah rumah terjual di Amerika sebanyak 407 ribu unit dan naik menjadi 433 ribu unit pada bulan berikutnya. "Hal ini berarti The Fed akan terus konsisten mengurangi angka stimulus menjadi US$ 45 miliar dari sebelumnya US$ 85 miliar," kata David.

Sebelumnya pemerintah telah mematok kurs rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014 sebesar Rp 11.500-11.600  per dolar AS. Sementara Bank Indonesia memprediksi asumsi rupiah hingga akhir tahun 2014 sebesar Rp 11.600-11.800 per dolar AS.

RIDHO PRASETYO

Berita terpopuler:
Lebaran, Saham Emiten Retail Prospektif 
Anggaran Dipotong, Jero Tunda Pembangunan Gedung
Ribuan Tiket Kereta Api Belum Dicetak  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions