Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (mentan) akan meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit ke Turki setelah melihat pertumbuhan ekspor ke negara tersebut cukup besar. Sampai saat ini ekspor ke negara tersebut mencapai 450 ribu ton dengan nilai US$ 238,15 juta.
Menteri Pertanian, Suswono mengatakan, ekspor minyak kelapa sawit ke Turki akan terus ditingkatkan sehingga bisa disejajarkan dengan negara-negara seperti India, China dan Belanda yang merupakan mitra utama Indonesia untuk minyak sawit.
Untuk menggenjot produksi minyak kelapa sawit, ia mengajak para pelaku usaha industri untuk bersama menghadapi berbagai pihak yang menyudutkan kelapa sawit dalam perdagangan internasional.
Investasi di industri kelapa sawit nasional masih terbuka lebar. Luas kebun kelapa sawit di Indonesia mencapai 10 juta hektar dengan volume produksi di tahun 2013 mencapai 28,5 juta ton.
"Volume produksi masih dapat ditingkatkan hingga 40 juta ton. Karena masih terbuka peluang untuk investasi," lanjutnya dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (27/5/2014).
Ia menjelaskan, dari total produksi minyak kelapa sawit Indonesia untuk konsumsi dalam negeri sebesar 9 juta ton. Sedangkan selebihnya diekspor ke berbagai negara.
" Dengan produksi sebesar itu, Indonesia menjadi produsen sekaligus pemasok minyak kelapa sawit terbesar di dunia melampaui Malaysia," tukas dia.
Perdagangan komoditas pertanian dan Turki pada tahun 2013 mencatat surplus US$ 387,7 juta. (Amd/Gdn)
(Arthur Gideon) ;
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.