Ilustrasi: (Foto: Okezone) JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan, akan segera bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, guna membahas masalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang yang hingga saat ini belum rampung.
"Pasti, pasti. Hanya, waktunya belum di-schedule-kan. Banyak prioritas yang perlu diselesaikan. (Proyek itu merupakan) salah satu agenda (pertemuan) yang akan dibicarakan oleh Gubernur Jawa Tengah," kata CT di Jakarta, Rabu, 28 Mei 2014.
Seperti yang diketahui, pembangunan PLTU Batang masih terkendala pembebasan lahan yang tak kunjung usai. PLTU ini dijadwalkan selesai tahun 2017, tapi akhirnya dimundur hingga 2019. Kemunduran waktu tersebut mengakibatkan ancaman defisit listrik pada 2017 bisa terjadi.
Menurut CT, masalah tersebut tidak bisa hanya diatasi oleh pemerintah pusat. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara semua pihak yang berkepentingan. "Kalau dilakukan di pemerintah pusat yang ada di Jakarta, impossible bisa dilakukan. Jadi, pemda harus dilibatkan, baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten," kata dia.
Dia melanjutkan, dengan adanya PLTU tersebut nantinya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya. "Kalau ada investor di situ, kan yang dapat berkah ya masyarakat yang ada di situ," kata dia.
Oleh karena itu, CT meminta seluruh jajaran pemerintah terkait untuk saling membantu mengatasi kendala yang ada. "Jangan saling sandera. Nanti rugi semua. Tidak mungkin pemerintah pusat datang ke Batang untuk membebaskan tanah. Yang memungkinkan, kami meminta pemerintah daerah," kata dia. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.